Pemilu sebagai sarana Integrasi di Kampung Pancasila Rembang

  • Sep 18, 2023
  • KIM Pandawa Lima

Bagaimana seharusnya kampung pancasila menikmati PEMILU 2024?

Pemilu 2024 diharapkan tidak lagi mempolarisasi masyarakat yang dapat menyebabkan perpecahan bahkan disintegrasi bangsa. Upaya meminimalisir pembelahan masyarakat dimulai dengan menanamkan mindset bahwa pemilu sejatinya hanya arena kontestasi, ajang persaingan antarcalon mendapat dukungan pemilih untuk menentukan siapa yang paling diinginkan mendapat jabatan.

Kontes, kata dasar dari kontestasi, memiliki makna sebuah pertunjukan untuk mengetahui siapa yang terbaik, sehingga hasil dari kontestasi adalah siapa yang terbaik di antara peserta kontes lainnya yang juga baik. Bukan pada kesimpulan bahwa yang terpilih adalah yang benar dan yang tidak terpilih adalah pihak yang salah, atau pada anggapan: menang dianggap curang, kalah dianggap pecundang.

Pemilu, juga dapat dimaknai sebagai arena konflik legal untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan. Tapi untuk spirit menjadikan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa, maka memaknai pemilu sebagai arena kontestasi menjadi relevan dan integrasi lebih dapat terwujud. Karena kata konflik, memiliki makna negatif, dimana spirit peserta konflik akan saling menegasikan, saling meniadakan.

Seperti diketahui, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Selain itu, latar belakang terbentuknya Kampung Pancasila adalah sebagai contoh penerapan nilai luhur Pancasila, sebagai contoh sikap toleransi antar umat beragama, dan sebagai contoh hidup damai tanpa adanya konflik. Namun semua pasti ada dinamikanya, senagai kampung pancasila Rembang dituntut untuk bisa menjadi tolak ukur pelaksanaan PEMILU yang kondusif.