SOTH - Sekolah Orang tua Hebat, dampingi Orang tua untuk mengerti Parenting hingga stunting

  • Sep 24, 2023
  • KIM Pandawa Lima

OTH - Sekolah Orang tua Hebat, d launching di Kelurahan Rembang. Kini para orang tua bisa belajar dan menambah wawasan tentang mengasuh anak dengan baik dan benar. Disamping mengenalkan pada mengasuh anak juga diberikan ilmu tentang pencegahan stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama. Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar tinggi badan untuk usianya.

Stunting merupakan masalah gizi yang serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari target pemerintah sebesar 14% pada tahun 2024.

Stunting memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak di masa depan. Anak stunting lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Selain itu, anak stunting juga lebih berisiko mengalami kesulitan belajar, gangguan perkembangan, dan produktivitas yang rendah di masa dewasa.

Untuk mencegah stunting, diperlukan upaya yang terintegrasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan swasta. Upaya pencegahan stunting di desa dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan

Akses dan kualitas layanan kesehatan yang baik sangat penting untuk mencegah stunting. Pemerintah perlu meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di desa-desa terpencil. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun dan merehabilitasi Poskesdes, Polindes, dan Posyandu. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas SDM kesehatan di desa.

  • Penyediaan makanan bergizi

Makanan bergizi merupakan hal yang penting untuk mencegah stunting. Pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat di desa memiliki akses terhadap makanan bergizi, terutama bagi ibu hamil, menyusui, dan anak balita. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan program peningkatan gizi masyarakat, seperti program pemberian makanan tambahan (PMT).

  • Peningkatan sanitasi dan air bersih

Sanitasi dan air bersih yang buruk dapat meningkatkan risiko stunting. Pemerintah perlu meningkatkan sanitasi dan air bersih di desa. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun dan merehabilitasi sarana sanitasi dan air bersih.

  • Peningkatan pendidikan dan kesadaran masyarakat

Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi juga penting untuk mencegah stunting. Pemerintah perlu meningkatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang stunting. Hal ini dapat dilakukan melalui program penyuluhan dan sosialisasi.

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan di desa untuk mencegah stunting:

  • Pemetaan sasaran stunting

Pemetaan sasaran stunting bertujuan untuk mengetahui jumlah dan lokasi anak yang berisiko stunting. Pemetaan ini dapat dilakukan oleh kader kesehatan desa dengan menggunakan alat ukur antropometri.

  • Pemberian makanan tambahan

Pemberian makanan tambahan (PMT) diberikan kepada ibu hamil, menyusui, dan anak balita untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka. PMT dapat diberikan secara langsung atau melalui program BLT-Dana Desa.

  • Peningkatan akses air bersih dan sanitasi

Peningkatan akses air bersih dan sanitasi dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan anak.

  • Penyuluhan dan sosialisasi

Penyuluhan dan sosialisasi stunting bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting. Penyuluhan dan sosialisasi dapat dilakukan oleh kader kesehatan desa, bidan desa, atau petugas puskesmas.

Dengan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan, stunting di desa dapat dicegah. Anak-anak di desa akan tumbuh dan berkembang dengan optimal, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.